Biology?
this was taken from the big thick sacred book of Biology for second grader science class.
==================
Sistem ekskresi
• Eksresi => pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan agar keseimbangan tubuh terjaga.
• Osmoregulasi => mekanisme tubuh untuk mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel atau cairan tubuh.
• Defekasi => proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan makanan yang disebut feses dan dikeluarkan melalui anus. Sisa tsb belum pernah mengalami metabolisme di dalam sel2 jaringan tubuh
• Sekresi => proses pengeluaran getah oleh sel dan kelenjar
1. GINJAL
• Fungsi:
a. Mengekskresikan zat sisa seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan zat lain yang bersifat racun
b. Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh
c. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam bila jumlahnya dalam tubuh berkurang.
d. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urin yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urin yang bersifat asam
e. Menjalankan fngsi sebagai hormon, dengan menghasilkan dua macam zat yaitu renin dan eritropoietin
• Struktur
Ginjal diselubungi oleh kapsul yang terbentuk dai jaringan serabut. Bagian luar ginjal disebut korteks, bagian dalamnya disebut medula. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan struktural terkecil. Pada manusia terdapat sekitar satu juta nefron.
Nefron mengandung dua macam unsur yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsur epitel. Bagian nefron yang mengandung unsur pembuluh, yaitu arterial, glomerulus (kumpulan kapiler), arterial eferen, dan kapiler tubuler. Bagian befron yang mengandung unsur epitel, yaitu kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan saluran naik, tubulus konturtus distal, dan tubulus kolektifus.
Pada medula terdapat bnyak piramida ginjal dan piala ginjal yang banyak mengandung pembuluh-pembuluh untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Pembuluh-pembuluh terwsebut berhubungan dengan ureter yang bermuara pada kantung kemih (vesica urinaria). Kantung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan urin sementara. Urin keluar dari tubuh melalui lubang urin yang sebelumnya melewati uretra terlebih dahulu.
Nefron ada dua macam; nefron korteks, nefron jukstamedula. Nefron korteks terletak di bagian korteks, pada umumnya ditandai oleh adnya lengkung henle yang pendek. Nefron jukstamedula memiliki glomerulus yang letaknya di bagian korteks dekat bagian medula serta memiliki lengkung henle yang panjang dan menjulur jauh ke dalam bagian medula.
• Proses pembentukan urin
a. Filtrasi (penyaringan)
Arti: Perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke ruang kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi.
Membran filtrasi terdiri dari tiga lapisan, yaitu sel endotelium glomerulus, membran basiler, dan epitel kapsula bowman.
Di dalam glomerulus, sel darah merah, trombosit, dan sebagian besar protein plasma disaring dan diikat agar tidak ikut dikeluarkan. Hasil penyaringan tersebut berupa urit primer (filtrat glomerulus)
Yang disaring adalah: air, gula, garam, urea
Urin primer mengandung glukosa, garam, natrium, kalium, dan asam amino
b. Reabsorpsi (penyerapan kembali)
Arti: proses perpindahan cairan dari tubulus renalis menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya, yaitu kapiler peritubuler.
Reabsorpsi tergantung dari kebutuhan akan zat2 yang terkandung dalam urin primer.
Zat2 makanan seluruhnya direabsorpsi, sedangkan reabsorpsi garam anorganik bervariasi tergantung dari kadar zat tersebut di dalam plasma. Setelah reabsorpsi, kadar urea menjadi lebih tinggi dan zat2 yang dibutuhkan tidak ditemukan lagi.
Urin yang dihasilkan setelah reabsorpsi disebut urin sekunder (filtrat tubulus)
Reabsorpsi air => bila tubuh terlalu banyak mengandung air, tidak terjadi reabsorpsi
Reabsorpsi zat tertentu => terjadi secara aktif dan difusi.
Reabsorpsi zat yang penting bagi tubuh => protein, asam amino, glukosa, asam asetoasetat, dan vitamin.
c. Augmentasi
Arti:: proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal.
Disebut juga sekresi tubular
Menghasilkan urin dengan pH kisaran 4,5-8,5
• Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin::
a. Faktor internal (hormon antidiuretik dan insulin)
b. Faktor eksternal (jumlah air yang diminum)
a. Hormon antidiuretik (ADH)
Dikeluarkan oleh kelenjar saraf hipofisis (neurohipofisis). Ditentukan oleh reseptor khusus dalam otak yang mengendalikan tekanan osmotik darah (kesetimbangan konsentrasi air dalam darah)
Hormon ini mempengaruhi proses reabsorpsi air pada tubulus kontortus distal, sehingga permeabilitas sel terhadap air akan meningkat. Karena itulah disebut sebagai hormon antidiuretik
Pada saat dehidrasi, konsentrasi air dalam darah akan turun. Akibatnya sekresi ADH meningkat dan dialirkan oleh darah menuju ginjal.
ADH meningkatkan permeabilitas saluran pengumpul sehingga memperbesar membran sel saluran pengumpul. Lalu air akan berdifusi ke luar dari pipa pengumpul lalu masuk ke dalam darah.
b. Hormon Insulin
Adalah hormon yang dikeluarkan oleh pulau langerhans dalam pankreas.
Berfungsi mengatur gula dalam darah
c. Jumlah air yang diminum
Jika minum banyak air, konsentrasi air dalam darah jadi tinggi, konsentrasi protein dalam darah menurun, sehingga filtrasi berkurang. Selain itu darah akan menjadi lebih encer, sehingga sekresi ADH berkurang.
Menurunnya filtrasi dan berkurangnya ADH akan menyebabkan menurunnya penyerapan air, sehingga urin yang dihasilkan akan meningkat dan encer.
• Gangguan dan Kelainan Ginjal
a. Gagal ginjal dan uremia
Yang akut menyebabkan nefritis, pendarahan, dan fungsi ginjal terhenti secara tiba-tiba.
Gejala yang umum adl tidak terjadinya pembentukan urin yang disebut anuria.
Gejala ini bisa menyebabkan uremia, yaitu terbawanya urin ke dalam aliran darah yang disebabkan adanya kebocoran pada salah satu saluran dalam nefron.
Akibatnya, penyerapan air oleh darah akan terganggu, sehingga terjadi penimbunan air pada kaki dan timbul bengkak pada organ tubuh yang lain.
b. Nefritis
Adalah peradangan pada nefron karena bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan.
Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar besama urin.
Ditandai oleh tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah dalam ginjal, dan rusaknya glomerulus atau tubulus
c. Diabetes insipidus (kekurangan ADH, urin terlalu banyak)
Adalah suatu penyakit yang disebabkan kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon antidiuretik, sehingga ekskresi urin meningkat.
d. Diabetes melitus (kekurangan insulin)
Terdapatnya glukosa dalam urin yagn disebbkan menurunnya hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.
e. Albuminaria
Terdapatnya molekul albumin dan protein lain di dalam urin.
Disebabkan terjadinya kerusakan pada alat filtrasi dalam ginjal sehingga protein dapat lolos pada proses filtrasi.
f. Kencing batu
Terbentuknya butiran-butiran dari senyawa kalsium dan penimbunan asam urat sehingga membentuk kalsium karbonat pada ginjal atau saluran urin yang dapat menyebabkan kesulitan pengeluaran urin.
2. Paru-paru
Sisa-sisa hasil metabolisme berupa karbon dioksida dan air dalam bentuk uap air diekskresikan di paru-paru.
Sisa metabolisme dari jaringan diangkuy oleh darah menuju paru-paru untuk dibuang.
Proses pembuangan diawali dengan berdifusinya karbon dioksida dari sel-sel ke dalam darah, melalui cairan jaringan dan akhirnya masuk ke dalam alveolus. Dari alveolus, karbon dioksida akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan pada saat ekspirasi.
3. Hati
• Terletak di bagian kanan atas rongga perut.
• Fungsi:
a. Menghasilkan empedu secara terus menerus yang ditampung di dalam kantung empedu
b. Menjaga pH
c. Menetralisir racun
d. Mencerna lemak
e. Antibodi
• Empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, zat warna empedu, dan beberapa ion
4. Kulit
• Berfungsi sebagai alat pelindung tubuh terhadap segala bentuk rangsangan dan sebagai alat ekskresi, yaitu untuk mengeluarkan keringat.
• Terdiri atas epidermis dan dermis
a. Epidermis (lapisan luar)
• Terdiri dari stratum korneum (lapisan tanduk), stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale.
• Stratum korneum mengalami deskuamasi secaara terus-menerus pada permukaannya. Sel2 yang kehilangan sisik tersebut mengalami pembaharuan selama proses keratinisasi (pembentukan keratin)
• Di bawah stratum korneum terdapat lapisan yang mengandung butir-butir melanin (si stratum granulosum) yang dihasilkan oleh melanosit.
• Dibawahnya lagi terdapat stratum spinosum dan stratum basale, merupakan daerah tempat terjadinya proliferasi sel dan awal terjadinya keratinisasi.
b. Dermis (lapisan dalam)
• Merupakan lapisan pada jaringan penyambung yang sebagian besar terdiri dari serat kolagen, retikuler, dan elastin.
• Pada dermis terdapat rambut, pembuluh darah, kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan saraf.
SISTEM EKSKRESI VERTEBRATA
• Terdapat beberapa tipe ginjal, yaitu pronefros, opistonefros, mesonefros, dan metanefros.
• Pronefros => ginjal yang berkembang pada fase embrio atau larva yagn selanjutnya akan berubah menjadi mesonefros dan akhirnya menjadi metanefros.
• Opistonefros => tipe ginjal yang terdapat pada amfibi dan ikan.
A. Ikan
• Alat ekskresi berupa sepasang ginjal opistonefros dan berwarna kemerahan.
• Pada beberapa ikan seperti ikan mas, saluran ginjal (kemih) menyatu dengan saluran kelenar kelamin yagn disebut saluran urogenital.
• Saluran urogenital terletak di belakang anus, sefangkan pada beberapa ikan yang lain memiliki kloaka.
• Pada ikan yang bernapas dengan insang, urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis, dan karbon dioksida dikeluarkan melalui insang.
• Pada ikan yang bernafas dengan paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru dan urin dikeluarkan melalui kloaka.
• Ikan yang hidup di air tawar mengekskresikan amonia dan aktid menyerap pksigen melalui insang. Serta mengeluarkan urin dalam jumlah yang besar.
• Ikan yang hidup di laut akan mengekskresikan amonia melalui urin yagn jumlahnya sedikit.
B. Katak
• Alat ekskresi utama adalah sepasang ginjal opistonefros yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang. Berwarna merah kecokelatan.
• Ginjal sebagai alat penyaring akan mengeluarkan zat sisa, yaitu garam-garam mineral dan cairan dari darah.
• Saluran ekskresi katak merupakan sepasang saluran yang bermuara di kloaka.
• Pada jantan, saluran ginjal dan kelaminnya menyatu. Sedangkan pada katak betina tidak.
C. Reptil
• Berupa ginjal metanefros yang sudah berkembang sejak masa embrio.
• Ginjal ini dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung bermuara ke kloaka.
• Selain ginjal, reptil memiliki kelenjar kulit yang menghasilkan asam urat tertentu yang berguna untuk mengusir musuh.
D. Burung
• Terdiri dari ginjal metanefros, paru-paru, dan kulit.
• Memiliki sepasang ginjal yang berwarna cokelat.
• Saluran ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka).
• Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares.
• Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit, tapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya.
SISTEM EKSKRESI INVERTEBRATA
1. Cacing pipih
• Melalui pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya.
• Setiap cabang berakhir pada sel-sel api (solenosit) yang dilengkapi dengan silia (bulu getar). Saluran ini disebut protonefridium.
• Air atau cairan tubuh dan zat sisa kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui suatu lubang yang disebut nefridiofor.
2. Cacing tanah
• Termasuk kedalam kelompok annelida (cacing bersegmen)
• Karena itu pada setiap segmen terdapat sepasang ginjal atau nefridium kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir.
• Setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan bersilia yang disebut nefrostom yang terdapat dalam rongga tubuh dan berisi penuh dengan cairan.
• Cairan tubuh ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang kemudian masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Pada waktu cairan tubuh mengalir melalui nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih bermanfaat, seperti glukosa, air, dan ion-ion.
• Kemudian zat-zat tersebut diedarkan ke seluruh kapiler sistem sirkulasi. Sedangkan sisa cairan tubuh, seperti air, senyawa nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan akan dikeluarkan melalui ujung nefrostom yang disebut nefridiofor
3. Serangga
• Alat ekskresi berupa tubula atau pembuluh malpighi
• Pembuluh malpighi berupa tabung kecil yang panjang. Terletak dalam homosol dan tergenang di dalam darah.
• Bagian pangkal pembuluh malpighi melekat pada ujung anterior dinding usus dan ujungnya menuju ke homosol yang mengandung hemolimfa.
• Hemolimfa merupakan darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka.
• Pembuluh malphigi bagian dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan dalam pemindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga pembuluh.
• Bahan-bahan yg penting dan air masuk ke dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa.
• Bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal asam urat yang dikeluarkan bersama feses melalui anus.
=======================
may God be with me… amen…
