part 2

•May 25, 2010 • Leave a Comment

A. Hukum dan peradilan internasional

1. Pengertian hukum internasional
 Menurut Mochtar Kusumaatmaja
Keseluruhan kaidah dan asas yang mengatur hubungan atau persoalan
Yang melintasi batas-batas negara antara negara dan negara, negara dan
Subjek hukum lain bukan negara, atau subjek hukum bukan negara Satu
Sama lain.

 Menurut Ivan A. Shearer
Sekumpulan peraturan hukum yang sebagian besar mengatur tentang prinsip
Prinsip dan aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh negara-negara (subjek
Hukum internasional) dan hubungannya satu sama lain yang meliputi:

a. Aturan-aturan hukum yang berhubungan dengan fungsi-fungsi institusi
atau organisasi-organisasi, hubungan antara institusi dan organisasi
organisasi tersebut, serta hubungan antara institusi dan organisasi
organisasi tersebut dengan negara dan individu-individu

b. Aturan-aturan hukum tertentu yang berhubungan dengan
individu-individu yang menjadi perhatian komunitas
internasional selain entitas negara.

 Tujuan HI adalah untuk mengatur masalah-masalah bersama
yang penting dalam hubungan di antara subjek-subjek hukum internasional.

2. Asas Hukum Internasional
a. Teritorial
Didasarkan pada kekuasaan negara atas wilayahnya.
b. Kebangsaan
Didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya
c. Kepentingan umum
Didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan mengatur
Kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat

3. Konsep dasar Hukum internasional
a. Hukum publik internasional
Kumpulan peraturan hukum yang mengatur tentang hubungan antarnegara
Merdeka dan berdaulat. Disebut juga hukum antarnegara atau hukum internasional

b. Hukum privat (perdata) internasional
Ketentuan-ketentuan yang mengatur hubungan hukum antara
seseorang dan orang lain yang berlainan warga negaranya dalam
sebuah negara yang berkenaan dengan keperdataan.
Hukum privat (perdata) internasional disebut juga dengan istilah
hukum antarbangsa.

4. Sumber Hukum Internasional
 Menurut Mochtar Kusumaatmadja, sumber dibedakan atas
sumber hukum dalam arti formal dan
sumber hukum dalam arti material

 Formal diatur dalam piagam PBB, sedangkan material membahas
Tentang berlakunya hukum suatu negara.

 Sumber Hukum material terdiri dari:
a. Aliran naturalis
Bersandar pada hak asasi atau hak-hak alamiah yang bersumber
dari hukum Tuhan sehingga menempati posisi lebih tinggi dari
hukum nasional (grotius)

b. Aliran positivisme
Mendasarkan berlakunya hukum internasional pada persetujuan
bersama dari negara-negara ditambah dengan asas
pacta sunt servada (Hans Kelsen)

 Secara formal, sumber HI dapat dibaca pada pasal 38 ayat 1 piagam mahkamah Internasional.

 Menurut pasal tersebut, ada 4 sumber hukum internasional formal
yang merupakan sumber hukum utama tanpa menentukan
urutan pentingnya. Yaitu:

a. Perjanjian Internasional (traktat)
Perjanjian internasional adalah suatu ikatan hukum yang terjadi
berdasarkan kata sepakat antara negara-negara sebagai anggota
organisasi bangsa-bangsa dengan tujuan melaksanakan hukum
tertentu yang mempunyai akibat hukum tertentu.
Suatu perjanjian internasional yang terjadi akan membuat hukum
yaitu sumber hukum antarnegara yang mengikat.

b. Kebiasaan Internasional
Hukum kebiasaan yang berlaku internasional dalam mengadakan
hubungan hukum dapat diketahui dari praktik pelaksanaan
pergaulan negara-negara itu. Perturannya sampai sekarang
sebagian besar masih merupakan bagian dari kumpulan peraturan
hukum internasional. Hal yang penting ialah diterimanya suatu
kebiasaan sebagai hukum yang bersifat umum dan kemudian menjadi
hukum kebiasaan internasional.

Contohnya, peraturan yang mengatur tentang cara-cara
mengadakan perjanjian internasional

c. Prinsip-prinsip hukum umum
Maksudnya dasar-dasar sistem hukum pada umumnya yang berasal
dari asas hukum romawi.
Menurut Sri Setianingsih Suwargi, S.H., fungsi dari prinsip2 ini
terdiri atas tiga hal:

1. Sebagai pelengkap dari hukum kebiasaan dan
perjanjian internasional

2. Sebagai penafsiran bagi perjanjian internasional
dan hukum kebiasaan. Kedua sumber hukum itu
harus sesuai dengan asas-asas hukum umum.

3. Sebagai pembatasan bagi perjanjian internasional
tidak dapat memuat ketentuan yang bertentangan
dengan asas-asas hukum umum

d. Yurisprudensi dan anggapan-anggapan para ahli hukum internasional
Yurisprudensi internasional (judical decisions) dan
anggapan-anggapan para ahli hukum internasional
hanya digunakan untuk membuktikan dipakai
tidaknya kaidah hukum internasional berdasarkan
sumber hukum primer, seperti perjanjian internasional,
kebiasaan internasional, dan prinsip-prinsip hukum
umum dalam mennyelesaikan perselisihan internasional.

5. Subjek-Subjek hukum internasional
a. Negara
Merdeka, berdaulat, dan tidak merupakan bagian dari suatu negara
Berdaulat artinya negara mempunyai pemerintahan sendiri secara
Penuh, yaitu kekuasaan penuh terhadap warga negara dalam
lingkungan kewenangan negara itu.

b. Tahta suci (Vatikan)
(heilige Stoel) = gereja katolik roma yang diwakili oleh paus di vatikan

c. Palang merah Internasional
Kedudukannya sebagai subjek hukum internasional diperkuat dengan
Adanya beberapa perjanjian. Di antaranya Konvensi Jenewa tentang
Perlindungan korban perang

d. Organisasi Internasional
Suatu organisasi menjadi lembaga hukum internasional sejak Kongres Wina

e. Individu
Manusia dianggap sebagai subjek hukum internasional jika dalam tindakan
atau kegiatan yang dilakukannya memperoleh penilaian positif ato negatif
sesuai kehendak damai kehidupan masyarakat dunia.

f. Pemberontak dan pihak dalam sengketa
dianggap sebagai suatu subjek HI karena mereka memiliki hak yang sama untuk:
1. Menentukan nasibnya sendiri
2. Memilih sistem ekonomi, politik dan sosial sendiri
3. Menguasai sumber kekayaan alam di wilayah yang didudukinya

6. Lembaga Peradilan Internasional
a. Makhamah Internasional
• Berkedudukan di den Haag (Belanda).
• Tugasnya menyelesaikan perselisihan internasional
dari negara anggota PBB.
• Beranggotakan 15 orang hakim yang dipilih oleh Majelis Umum
dan Dewan Keamanan. Masa pilih para hakim adalah 9 tahun.
• pasal 93 ayat 1 Piagam PBB “semua anggota PBB adalah ipsofacto
dari piagam makhamah Internasional”
• Ayat 2 ;; “negara yang bukan anggota PBB boleh menjadi peserta
dari piagam mahkamah Internasional sesuai syarat-syarat yang
ditetapkan oleh Majelis Umum atas anjuran Dewan keamanan”

b. Pengadilan Internasional
• Pasal 36 ayat 2 oiagam mahkamah Internasional;; “negara-negara
peserta Piagam MI dapat menerangkan bahwa mereka mengakui
kekuasaan mahkamah Internasional sebagai kekuasaan yang
mengikat berdasar hukum dan dapat tidak mengikat berdasarkan
perjanjian istimewa.”

B. SENGKETA INTERNASIONAL
1. Sebab-sebab sengketa internasional
– perang
 Mochtar Kusumaatmadja membagi hukum perang atas

• Jus ad bellum (hukum tentang perang) yg mengatur
Jutisfikasi penggunaan kekerasan senjata oleh
Negara.

• Jus in bello (hukum yg berlaku dalam perang)
Yang dibedakan atas cara melakukan perang(Hukum Den Haag)
dan yang mengatur perlindungan orang-orang yang menjadi
korban perang (Hukum jenewa)

• Hukum perang bertujuan agar pihak-pihak yang bertikai memberi perlindungan atas penduduk sipil dan tawanan perang.

2. Batas negara, daerah perbatasan, dan sengketa
a. Batas negara dan daerah perbatasan
b. Sengketa
c. Jenis sengketa::

1. Sengketa posisi => lokasi batas dipertentangkan oleh satu atau lebih kelompok

2. Sengketa teritorial => suatu negara mengklaim wilayah yang berada
di wilayah negara lain ato ketika batasnya dipersengketakan.

3. Sengketa sumber daya => suatu negara mengklaim sumber daya alam/manusia yang berada di wilayah negara lain atau ketika sumbernya dipersengketakan

4. Sengketa budaya

3. Cara menyelesaikan sengketa internasional
a. Metode-metode diplomatik
1. Negosiasi => metode penyelesaian sengketa yang paling tradisional dan sederhana. Dalam metode ini, penyelesaian sengketa tidak melibatkan pihak ketiga.
2. Mediasi => merupakan bentuk lain dari negosiasi. Mediasi melibatkan pihak ketiga yang bertindak sebagai pelaku mediasi.
3. Inquiry => metode ini digunakan untuk mencapai penyelesaian sebuah sengketa dengan c ara mendirikan sebuah komisi atau badan yang bersigat internasional untuk mencari dan mendengarkan semua bukti-bukti yang relevan dengan permasalahan.
4. Konsilasi => metode penyelesaian pertikaian yang bersifat internasional dalam suatu komisi yang dibentuk oleh pihak-pihak baik sifatnya permanen atau sementara berkaitan dengan proses penyelesaian pertikaian.

b. Metode-metode legal
1. Arbitrase => metode ini digunakan dalam hukum nasional dan hukum internasional. Arbitase digunakan bagi persoalan-persoalan hukum, biasa persengketaan mengenai perbatasan dan wilayah. Arbitrase memberikan keleluasaan bagi para pihak yang bersengketa untuk menentukan proses perkara.
2. Mahkamah Internasional => merupakan pengadilan yang memiliki yurisdiksi atas berbagai macam persoalan internasional. MI berwenang untuk memutuskan suatu kasus melalui persetujuan dari semua pihak yang bersengketa.
Fungsi Mahkamah Internasional dinyatakan dalam piagam PBB pasal 38 (1), yaitu memutus perkara sesuai dengan hukum internasional atau berlandaskan pada sumber-sumber hukum internasional.
3. Pengadilan-pengadilan lainnya => sistem peradilan ini dibentuk untuk menyelesaikan hal-hal yang terkait dengan perjanjian-perjanjian perdagangan dan menggunakan konsultasi-konsultasi antarpihak, mediasi, konsiliasi, dan arbitrase

4. Penyelesaian sengketa melalui organisasi internasional
a. Organisasi regional
Dalam deklarasi Manila (1982) tentang penyelesaian sengketa secara damai, dinyatakan bahwa sengketa dapat diselesaikanmelalui organisasi regional. Contohnya: NATO, Uni Eropa, ASEAN, dan Liga Arab. Salah satu fungsi utama organisasi regional adalah menyediakan wadah yang terstruktur bagi pemerintah negara untuk melakukan hubungan-hubungan diplomatik.

b. PBB
Sebagaimana amanat pasal 1 piagam PBB, salah satu tujuan PBB adalah mempertahankan perdamaian dan keamanan internasional. Tujuan tersebut sangat terkait erat dengan upaya penyelesaian sengketa secara damai. Tidak mungkin perdamaian dapat tercipta apabila sengketa antar negara tidak terselesaikan. Oleh karena itu, sebuah mekanisme bagi penyelesaian sengketa merupakan hal yang penting bagi pencapaian tujuan PBB. Institusi PBB yang sangat penting dalam menyelesaikan pertikaian secara damai adalah dewan keamanan, majelus umum, dan sekertasis Jendral.

=======================================================

C. Peran mahkamah internasional dalam menyelesaikan sengketa
1. Peran makhamah internasional
MI merupakan organ hukum utama PBB. Didirikan tahun 1945 di bawah piagam PBB sebagai kelanjutan Mahkamah Permanen keadilan internasional Liga bangsa-bangsa. Lembaga ini bertugas memutuskan kasus hukum antarnegara dan memberikan pendapat hukum bagi PBB dan lembaga-lembaganya tentang hukum internasional. Markas besar MI terletak di Den Haag, Belanda.

Sengketa dapat dibawa ke MI dalam dua cara:
a. Melalui kesepakatan khusus antarpihak, di mana seluruh pihak setuju mengajukan persoalan kepada MI
b. Melalui permohonan sendiri oleh suatu pihak yang bertikai.

Setelah permohonan diajukan, diadakan pemeriksaan perkara melalui:
a. Pemeriksaan naskah dan pemeriksaan lisan untuk menjamin setiap pihak dalam mengemukakan pendapatnya
b. Sidang-sidang makhamah terbuka untuk umum, sedangkan sidang-sidang arbitrase tertutup.

Keputusan MI yang meliputi alasan keputusan, adalah final dan mengikat, serta tidak bisa ditinjau ulang.

Yurisdiksi penyelesaian sengketa yang bersifat compulsory::
1. Bila negara yang bersengketa terikat pada perjanjian yang menyatakan bahwa mahkamah internasional mempunyai yuridiksi atas sengketa tertentu di antara mereka.
2. Bila negara yang bersengketa mengakui yurisdiksi compulsory Mahkamah Internasional berdasarkan klausul bahwa negara pihak statuta mengakui yurisdiksi mahkamah Internasional.
3. Permohonan peradilan dapat diajukan sepihak oleh negara yang bersengketa.
4. Permohonan disampaikan pada panitera Mahkamah Internasional dan selanjutnya memberitahukan permohonan itu pada negara lawan sengketa.

Yurisdiksi Penyelesaian sengketa yang bersifat Non-Compulsory::
1. Pelaksanaan yurisdiksi ini memerlukan persetujuan pihak-pihak yang bersengketa
2. Ada perjanjian khusus antarnegara yang bersengketa tentang penyerahan penyelesaian sengketa pada mahkamah internasional
3. Permohonan peradilan diajukan bersama oleh negara yang bersengketa
4. Permohonan peradilan dapat diajukan oleh salah satu pihak yang bersengketa dengan syarat negara lawan memberikan persetujuannya

2. Hakim dalam Mahkamah Internasional
MI terdiri atas 15 hakim yang dipilih melalui sistem mayoritas absolut oleh dewan keamanan dan majelis umum, yang masing-masing mengambil suara secara independen. Para hakim dipilih untuk jangka waktu sembilan tahun dan dapat dipilih kembali. Tidak boleh ada dua hakim MI dari negara yang sama. Para hakim dipilih berdasarkan pengetahuan mereka tentang hukum internasional. Komposisi hakim harus selalu mencerminkan bentuk perdaban dan sistem hukum utama dnia.

3. Dukungan keputusan Mahkamah Internasiional dalam Menyelesaikan Sengketa Internasional

Untuk mengarahkan Majelis Umum untuk mendorong perkembangan berkelanjutan dan kodifikasi hukum internasional, Majelis Umum menciptakan dua organ turunan, yaitu komisi hukum Internasional (1947) dan komisi hukum perdagangan Internasional (1966).

Selama bertahun-tahun, komisi hukum internasional mempersiapkan draf traktat untuk mengkodifikasi dan memodernisasi sejumlah topik dalam hukum internasional, termasuk hukum laut, hubungan diplomatik, hubungan konsular, hukum traktat antarbangsa, hukum traktat antara bangsa-bangsa dan organisasi internasional, kekebalan negara dari yurisdiksi negara lain, keberlanjutan suatu negara dalam hal traktat, serta hukum perairan air tawar internasional.

Komisi Hukum perdagangan internasional merumuskan hukum tentang perdagangan internasional dan perkembangan ekonomi. Setelah disetujui oleh majelis umum, draf dari komisi ini biasanya diajukan ke konferensi internasional yang diadakan oleh PBB untuk pelaksanaan konvensi

D. PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA INTERNASIONAL MELALUI MAHKAMAH INTERNASIONAL
1. Telah terjadi pelanggaran HAM atau kejahatan humaniter (kemanusiaan) di suatu negara terhadap negara lain atau rakyat negara lain.
2. Ada pengaduan dari korban (rakyat) dan pemerintahan negara yang menjadi korban terhadap pemerintahan dari negara yang bersangkutan karena didakwa telah melakukan pelanggaran HAM atau kejahatan humaniter lainnya.
3. Pengaduan disampaikan ke Komisi Tinggi HAM PBB atau melalui lembaga-lembaga HAM internasional lainnya.
4. Pengaduan ditindaklanjuti dengan penyelidikan, pemeriksaan, dan penyelidikan. Jika ditemui bukti-bukti kuat terjadinya pelanggaran HAM atau kejahatan kemanusiaan lainnya, maka pemerintahan dari negara yang didakwa melakukan kejahatan humaniter dapat diajukan ke Mahkamah Internasional.
5. Dimulailah proses peradialan sampai dijatuhkan sanksi. Sanksi dapat dijatuhkan bila terbukti bahwa pemerintahan atau individu yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran terhadap Konvensi-konvensi internasional berkaitan dengan pelanggaran HAM atau kejahatan humaniter; mempunyai wewenang untuk mencegah terjadinya pelanggaran itu, tetapi tidak dilakukan; dan tidak melakukan apa-apa untuk mencegah terjadinya perbuatan itu.

Dalam hukum internasional, kita mengenal beberapa asas perjanjian internasional, yaitu::
a. Setiap perjanjian yang dibuat harus ditaati oleh pihak-pihak yang mengadakan perjanjian (pacta sunt servada)
b. Pihak yang saling mengadakan hubungan memiliki kedudukan yang sama (equal rights)
c. Tindakan suatu negara terhadap negara lain dapat dibalas setimpal, baik tindakan yang bersifat negatif maupun positif (reciprocity)
d. Asas saling menghormati dan saling menjaga kehormatan negara (courtesy)
e. Asas yang dapat digunakan terhadap perubahan yang mendasar/fundamental dalam keadaan yang bertalian dengan perjanjian (rebus sig stantibus)

bab 9?

•May 24, 2010 • Leave a Comment

SISTEM KOORDINASI (SARAF)
SISTEM SARAF
Fungsi :
1. Mengetahui kejadian dan perubahan di sekitar, biasanya dilakukan meialui alat indera.
2. Mengendalikan tanggapan atau reaksi terhadap keadaan sekitar
3. Mengendalikan kerja organ tubu h.
Susunan Sistem Saraf :
Standar Kompetensi :
Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin
mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Sistem saraf yang meliputi
saraf pusat dan saraf tepi terdiri atas se l-sel saraf.
Kompetensi Dasar :
Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan
diskusi.
RANGKUMAN MATERI
A. JARINGAN SARAF
Jaringan saraf terdiri atas :
1. Sel saraf (Neuron), ber fungsi menghantar impuls menuju saraf pusat atau sebaliknya.
2. Neuroglea, tidak berhubungan dengan penghantaran impuls, tetapi berperan untuk :
 mendukung kerja neuron dalam bentuk suplai nutrien,
 melindungi dan mengisolasikan neuron
Struktur neuron (sel saraf) :
Gambar struktur sel saraf Gambar jenis jenis neuron
Macam sel saraf :
Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi :
1. Neuron sensorik :
Fungsi : Menghantarkan impuls berupa rangsang dari reseptor (penerima rangsang)
menuju saraf pusat
Ciri : – ujung aksonnya berhubungan dengan saraf asosiasi
– aksonnya pendek : dendritnya panjang.
2. Neuron Motorik
Fungsi : Mengirim impuls berupa tanggapan (respon) dari saraf pusat menuju efektor
(otot atau kelenjar)
Ciri : – badan selnya berada dalam saraf pusat.
– dendritnya berhubungan dengan akson saraf asosiasi,
– aksonnya sangat panjang, dendritnya pendek.
3. Neuron Asosiasi = Ajustor = Konektor = Intermediat
Fungsi : Menghubungkan saraf motorik dan sensorik dalam saraf pusat.
Ciri : – hanya terdapat dalam saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang)
– menerima impuls dari reseptor sensorik atau saraf asosiasi lainnya.
Mekanisme terjadinya gerak :
Reseptor Rangsang
Sistem Saraf Sensorik
Saraf Saraf Asosiasi
Pusat Saraf Motorik
Efektor Gerak
B. SlSTEM SARAF PUSAT
1. MENINGES
Saraf pusat dilindungi oleh selaput yang terdiri dari jaringan ikat yang disebut
Meninges terdiri atas tiga lapisan, yaitu :
a. Durameter, lapisan paling luar, kuat
b. Arachnoid, lapisan tengah
c. Piameter, lapisan paling dalam
Diantara lapisan arachnoid dengan piameter terdapat ruang su -arachnoid yang berisi
cairan serebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung benturan antara otak
dan tengkorak dan sumsum tulang belakang dengan ruas -ruas tulang belakang.
2. OTAK
Struktur otak dan daerah persarafan pada otak :
Susunan otak : – Bagian luar berwarna abu-abu
– Bagian dalam berwarna putih karena mengandung dendrit dan akson.
Skema Pembagian otak : ‘
Tabel fungsi bagian-bagian otak :
NO. BAGIAN OTAK FUNGSI
1. Otak Besar
(Cerebrum)
1. pusat pengaturan semua kegiatan alat –
alat tubuh
2. pusat kesadaran
3. tempat pengendalian emosi
4. pusat penterjemahan 2. Otak depan Talamus Mengatur perasaan dan g rearnagksaanng
(Diensefalon) Hipotalamus Pengaturan suhu tubuh, lapar, haus
3. Otak Tengah
(Mesenfalon)
1. Mengendalikan keseimbangan
2. Mengendalikan refleks mata dan
pendengaran
4. Otak kecil
(Cerebelum)
1. Mengkoordinasi gerak sadar otot -otot
2. Mengatur keseimbangan tubuh (sikap
dan posisi tubuh)
5. Pons Varolli
(Jembatan varol)
1. Menghubungkan otak kecil bagian kiri
dan kanan
2. Menghubungkan otak besar dengan
sumsum tulang belakang
6. Medula oblongata
(Sumsum lanjutan)
Menghantar impuls dari sumsum tulang
belakang ke otak mengendalikan refleks
fisiologi, seperti jantung, tekanan darah,
respirasi, gerak alat pencernaan, sekresi
kelenjar, bersin, batuk, berkedip.
‘mengendalikan refleks fisiologi, seperti
jantung,
.
3. SUMSUM TULANG BELAKANG
Susunan : Bagian dalam kelabu dan bagian luar putih (Kebalikan dari otak)
Keterangan :
1. Akar saraf posterior (akar dorsal)
– dendritnya berhubungan dengan
reseptor
2. Akar saraf anterior (akar vetral)
– oksonnya berhubungan dengan
efektor
Gambar : Potongan sumsum tulang belakang
Fungsi : 1. menghantar impuls dari dan ke otak
2. mengendalikan gerakan refleks
Gerak Refleks :
Refleks : respon yang terjadi secara cepat dan tidak disadari karena tidak diolah lebih dulu
oleh saraf pusat
Lengkung refleks : adalah jalan terpendek untuk gerak refleks, yaitu melalui sumsum tulang
belakang
Sumsum Saraf Sensorik Reseptor Rangsang Tulang
Tulang
Belakang Saraf Motorik Efektor Gerak refleks
C. SARAF TEPI
Fungsi : menghantar impuls dari dan ke pusat saraf.
Berdasarkan tempatnya, dibedakan atas :
1. Saraf krahial (saraf otak)
– berasal dari otak
– berjumlah 12 pasang, yaitu :
Bersifat sensorik : I, II, VIII
Bersifat motorik : III, IV, VI, XI, XII
Bersifat sensorik-motorik : V, VII, IX, X
NO. NAMA SARAF ASAL SARAF MENUJU KE
I. Olfaktorius selaput lendir hidung tidak ada
II. Opfikus retina mata tidak ada
III. Okulomotorius propioseptor bola mata otot penggerak bola mata.
perubah lensa mata,
penyempitan pupil
IV. Trochlcaris propioseptor bola mata otot lain penggerak bola
mata
V. Trigeminus gigi dan kulit muka otot pengunyah
VI. Abdusena propioseptor bola mata otot lain penggerak bola
mata
VII. Fasialis ujung pengecap lidah otot muka, kelenjar ludah
VIII. Audorius kokhlea dan saluran tengah
lingkaran
tidak ada
IX. Glossofaringeus ujung pengecap lidah
belakang
kelenjar parotis, otot penelan
NO. NAMA SARAF ASAL SARAF MENUJU KE
X. Vagus ujung saraf alat-alat dalam
paru-paru, lambung aorta
saraf parasimpatik ke
jantung, lambung, usus
halus; larinks, kerongkongan
XI. Spinal otot beilikat otot belikat
XII. Hipoglosal otot lidah otot lidah
2. Saraf Spinal (Saraf Sumsum Tulang Belakang) :
– berasal dari sumsum tulang belakang
– berjumlah 31 pasang
– cabang-cabang saraf spinal mempersatukan seluruh otot rangka dan kulit
Berdasarkan asalnya, dibedakan atas :
a. 8 pasang saraf leher
b. 12 pasang saraf punggung
c. 5 pasang saraf pinggang.
d. 5 pasang saraf ekor
Berdasarkan arah impulsnya dibedakan :
1. Sistem syaraf aferen :
– Membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat
2. Sistim syaraf eferen :
– Membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke efektor
D. SISTEM SARAF TAK SADAR (OTONOM)
Sistem saraf yang mengendalikan gerak organ-organ yang bekerja secara otomatis, misalnya :
otot, jantung, usus, pembuluh darah dan kelenjar.
Sistem saraf otonom terdiri dari atas :
a. saraf simpatik
b. saraf parasimpatik
Keduanya bekerja antagonis
Tabel fungsi saraf otonom :
SIMPATIK PARASIMPATIK
mempercepat denyut jantung memperlambat denyut jantung
memperlebar pembuluh darah mempersempit pembuluh darah
relaksasi lambung kontraksi lambung
melebarkan iris mata menyempitkan iris mata
E. BAHAYA OBAT-0BATAN, NARKOTIKA, ALKOHOL
Dapat menimbulkan :
1. kecanduan psikologis : misalnya karena gengsi terhadap teman
2. kecanduan fisiologis : misalnya menimbulkan ketergantungan
Narkotika :
 cara kerja, mempengaruhi saraf untuk menghi langkan rasa sakit dan penenang
 digunakan untuk membantu penderita penyakit tertentu dan keperluan anestesi
 disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi; hiperaktif, fly
 contoh yang beredar di masyarakat, heroin, merijuana , kokain, ganja
 pemakaian yang berkelanjutan dapat mengakibatkan kerusakan a lat respirasi,
gemetar terus menerus, kram perut, gangguan sistem saraf, bahkan kematian.
Alkohol :
 disalahgunakan untuk menekan depresi, menimbulkan ra sa senang, bergairah
 pemakaian secara teratur dan berkelanjutan dapat mengakibat kan kecanduan;
mengganggu sistem saraf, hilang kendali otot gerak, kehilangan kesadaran, denyut
jantung melemah, merusak hati, lambung, bagi wanita dapat menyebabkan kelahiran
cacat.
Barbitura :
 sebagai obat penenang (sedativa)
 jika disalahgunakan dapat menimbulkan adiksi fisiologi
Valium :
 sebagai obat penekan rasa cemas dan menimbulkan rasa tenang
 dapat menimbulkan adiksi fisiologis
Amfetamin :
 sebagai obat perangsang mampu membuat seseorang tetap t erjaga
 pemakaian yang berlebihan dapat menyebabkan mundu rnya kesehatan, karena
terjadi kelelahan yang berlebihan.

=====

SISTEM KOORDINASI (INDERA)
1. INDERA PENGLIHATAN
Organ : MATA
 Mata merupakan indera penglihatan yang peka tehadap rangsang cahaya:
 Terdapat : dalam rongga mata yang di lingkungi oleh tulang tengkorak.
Standar Kompetensi :
Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin
mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Alat indera mempunyai resept or
khusus untuk mengenali perubahan lingkungan
Kompetensi Dasar :
Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan
diskusi.
RANGKUMAN MATERI
A. Struktur luar
Bola mata dilengkapi dengan bagian-bagian :
1. Alis mata, merupakan sederet rambut yang terd apat di kening di atas mata.
Fungsi : melindungi mata dari tetesan keringat atau benda lain yang datang
dari atas.
2. Bulu mata; rambut yang tumbuh pada tepi kelopak mata
Fungsi : – melindungi mata dari debu
– menyaring cahaya matahari
3. Kelopak mata,
Fungsi : – menutup mata, sambil menjepit kelenjar air mata, sehingga
sekaligus membasahi mata.
4. Kelenjar air mata.
Fungsi : – mengeluarkan air mata, agar permukaan bola mata tidak kering.
– membunuh kuman karena mengandung enzim
– membersihkan bola mata dari debu.
B. Struktur dalam :
Gambar : Irisan Bola Mata
Tabel : Struktur dan fungsi bagian dalam mata :
No. NAMA BAGIAN STRUKTUR FUNGSI
01. Otot penggerak bola
mata
terdapat tiga pasang menggerakkan bola mata pada
saat melirik ke atas, bawah,
kiri, kanan
02. Selaput bola mata,
terdiri atas, sklera
Khoroid Komea
lapisan luar, tersusun
atas jaringan fibrus
yang kuat, memberi
wama putih mata
merupakan lapisan
tengah, berisi pembuluh
darah
lapisan luar transparan
– melindungi struktur halus
mata
– mempertahankan bentuk
bola mata
– membantu memfokuskan
bayangan pada retina
03: Iris selaput berpigmen,
berisi otot polos dan
otot sadar.
– menentukan wama mata,
mengubah pupil
04. Pupil Bintik tengah berwama
hitam, merupakan celah
iris
mengendalikan jumlah cahaya
yang memasuki mata
05. Retina lapisan berisi saraf sebagai penangkap rangsang
bayangan benda
06. Binting kuning
(Fovea)
bagian retina yang
paling banyak
mengandung saraf
mempakan bagian paling peka
rangsang cahaya
07. Bintik buta tempat membelok tali
saraf
merupakan bagian retina yang
tidak peka cahaya
08. Lensa mata transparan bikonveks
(cembung 2 permukaan)
merupakan organ fokus utama
dan membiaskan berkas cahaya
dari benda
09. Vitreus humor berapa cairan pengisi rongga mata antara
memelihara lensa dan kornea
lensa dan retina dan mata.
10. Aqueus humor berupa cairan pengisi rongga mata antara
kornea dan lensa mata dan
mempertahankan bentuk mata
C. Reseptor penangkap cahaya
Mata mempunyai reseptor khusus penerima cahaya yang disebut : Fotoreseptor
Fotoreseptor ini terdapat pada retina, ada 2 (dua) tipe :
 Konus, untuk pengamatan terhadap warna, kare na sangat peka terhadap rangsang
terang
 Batang, kurang peka dibanding konus, sehingga tidak dapat membedakan warna.
Sel batang banyak mengandung : Rodopsin, suatu senyawa yang dibutuhkan
untuk dapat mel ihat di tempat yang intensitas cahayanya rendah (ge lap).
Rodopsin terurai bila suasana terang dan terbentuk kembali bila keadaan gelap
atau sewaktu memejamkan mata Jika kita pertama memasuki tempat gelap dan
tempat terang, kita tidak dapai melihat Ha l ini disebabkan selama kita berada
di tempat terang rodopsin telah terura i, setelah beberapa lama di tempat. gelap
baru terbentuk lagi. Selang wa ktu pembentukan kembali rodopsin ini disebu t
waktu adaptasi rodops in. Rodopsin dibentuk dengan bantuan vitamin A.
Sel konus banyak mengandung : eodopsin; yaitu senyawa antara retinin dan
opsin
D. Mekanisme Penglihatan :
Bayangan benda kornea Aqueus Humor pupil lensa
saraf optikus retina badan vitreus
Oleh saraf optikus rangsang dibawa menu ju daerah penglihatan pada otak, tak
ditafsirkan sehingga timbul kesan benda
E. Kelainan pada Indera Penglihatan
NO KELAlNAN STRUKTUR AKIBAT
01. Miopi
(Rabun jauh)
lensa mata terlalu
cembung
bayangan benda jatuh di
depan retina ditolong dengan
02. Hipermetropi lensa negatif
(Rabun dekat)
lensa mata terlalu pipih bayangan benda jatuh di
belakang retina ditolong
03. Presbiopi dengan lensa positif.
(Mata tua)
berkurangnya daya
akomodasi mata
gangguan penglihatan
terhadap benda jauh maupun
dekat, ditolong dengan
04. Xeroftalmia kekurangan vitamin A rsaenlagpkuatp kloemngekaa mp engering
05. Rabun Senja kekurangan vitamin A : kemampuan melihat
berkurang jika intensitas
cahaya rendah. Jika berlanjut,
06. Juling tidak serasinya otot kornea kering dan rusak
mata kanan dan kiri
arah pandangan kedua bola
mata tidak sama
07. Buta warna faktor genetis
(keturunan)
tidak mampu membedakan
wama
II. INDERA PENDENGARAN
Organ : Telinga
A. Struktur
Daun telinga (pinna)
membantu mengumpulkan gelombang suara
Lubang telinga (meatus auditorius eksterna)
Telinga luar menghantar getaran suara menuju gendang teli nga
Gendang telinga (membrana tympani)
menggetarkan gelombang suara
Kelenjar minyak
Telinga tengah :
berupa rongga, yang di dalamnya terdapat :
a. 3 (tiga) tulang pendengaran, yaitu :
1. Tulang martil (Malleus), berbentuk seperti mart il.
2. Tulang landasaran (inku s), menghubungkan tulang ma rtil dengan tulang
sang gurdi.
3. Tulang Sanggurdi (Stapes) menutup ting kap jorong (fenestra vestibuli)
Fungsi tulang-tulang pendengaran :
 menghubungkan gendang telinga dengan tingkap jorong
 mengalirkan getaran suara ke telinga dal am
Antara tulang tengah dengan tenggorokan dihubungkan dengan : corong
eustachius.
a. Saluran setengah lingkaran :
 berjumlah tiga (superior, posterior, lateral)
 mengendalikan keseimbangan tubuh
Telinga dalam : Rumah Siput (Kokhlea)
 berisi cairan limfe
 berhubungan dengan ujung saraf pendengaran
 terdapat 2 (dua) tingkap :
a. Tingkap jorong (fenestra vestibuli) : ditutup stapes
b. Tingkap bundar (fenestra kokhlea) ditutup oleh
membran
B. Proses mendengar
Getaran suara Telinga luar ——> Gendang Telinga ——> Tulang Pendengaran
Cairan limfe
bergetar <———— Tingkap bundar <——————- Tingkap jorong
Getaran cairan limfe memberikan rangsang ke ujung saraf pendengaran,
kemudian dikirim ke pusat pendengaran di otak untuk ditafsirkan.
C. Gangguan pada Indera Pendengaran
Gangguan pendengaran terjadi jika seseorang tidak mampu menerima rangsang
getar yang berfrekuensi 20 – 200 Hz
Penyebabnya antara lain :
1. penyumbatan saluran telinga 3. pengapuran tulang pendengaran
2. penebalan atau pecahnya gendang telinga 4. kerusakan saraf pendengaran
III.I N D E R A P EM B A U
A. Organ : Hidung
Serabut-serabut saraf pembau terdapat pada bagian atas selaput lendir hidung yang
dikenal sebagai : daerah alfaktorik hidung.
B. Proses membau :
Bau merupakan hasil rangsang kimia dalam bentuk gas terhadap serabut pembau
yang terdapat pada daerah alfaktorik hidung. Oleh saraf pembau rangsang diteruskan
ke pusat pembau yang ada dalam otak; untuk ditafsirkan. Indera pembau sangat erat
berhubungan dengan indera pengecap.
IV. I N D E R A P E N G E C A P
Organ : Lidah
Gambar Lidah
A. Struktur
1. Terdiri atas dua kelompok otot :
 otot intrinsik : melakukan semua gerakan halus
 otot ekstrinsik : mengaitkan lidah pada bagian sekitarnya dan melakukan
gerakan kasar pada waktu mengunyah dan menelan.
2. Permukaan lidah dilapisi selaput lendir (membran mukosa), agar selalu lembab.
3. Permukaan atas seperti beludru, ditutupi oleh 3 (tiga) macam, papil, yaitu :
 Pappilae sirkumvalata : berjumlah 8-12, dikelilingi lekukan semacam parit,
berjejer membentuk huruf V pada bagian belakang
lidah
 Pappilae Filiformis : terbanyak menyebar ke seluruh permukaan lidah,
menerima rangsang sentuh.
 Pappilae Fungiformis : menyebar pada bagian ujung dan sisi lidah,
berbentuk jamur.
B. Fungsi lidah :
1. Sebagai indera pengecap
2. Membantu mengatur letak makanan selama mengunyah
3. Membantu dalam proses menelan makanan
4. Sebagai alat berbicara
C. Daerah Pengecapan pada lidah
 Ujung lidah : rasa manis dan asin
 Belakang atau pangkal : rasa pahit
 Tepi atau samping : rasa asam
D. Persarafan
Lidah memiliki pelayanan saraf majemuk
 Pengecapan dilayani saraf kranial V, VII, IX
 Gerakan lidah dilayani kranial XII
V. INDERA PERABA
Organ : Kulit
Keterangan :
a. korpuskula Pacini, merupakan ujung saraf
perasa tekanan kuat.
b. ujung saraf sekeliling rambut, me rupakan ujung
saraf peraba.
c. korpuskula Rufini; merupakan ujung saraf
perasa panas
d. ujung saraf Krause, merupakan ujung saraf
perasa dingin.
e. korpuskula Meissner, merupakan ujung saraf
peraba
Gambar : kulit beserta f. Ujung saraf tanpa selaput, merupakan perasa
reseptor-reseptornya nyeri
g. lempeng Merkel, merupakan ujung saraf perasa
sentuhan dan tekanan ringan.
A. Struktur :
1. Terdiri atas lapisan-lapisan :
a. Epidermis, terdiri atas tiga lapis sel, yaitu :
 Stratum korneum : sel tipis, datar, seperti sisik, terus menerus
dilepaskan.
 Stratum tusidum : sel tidak berinti
 Stratum granulosum : selapis sel berinti, betgranula
b. Zona Germinalis : terdiri atas dua lapis sel yang terus membentuk sel -sel
epidermis
c. Dermis atau korium : terdapat pembuluh darah dan ujung -ujung saraf
sensorik indera peraba.
2. Sebagai indera peraba, pada kulit terdapat ujung -ujung saraf yang peka terhadap
sentuhan, tekanan dan rabaan
 Ujung saraf reseptor rasa sakit : menjorok masuk ke epidermis
 Ujung saraf reseptor rangsang sentuhan dan panas : terletak dekat epidermis
3. Daerah-daerah kulit yang paling banyak mengandung ujung saraf peraba antara
lain : ujung jari telunjuk, telapak tangan, bibir, telapak kaki, leher, alat kelamin.
B. Fungsi Kulit :
1. sebagai organ pengatur panas 3. Tempat penyimpanan air dan lemak
2. Sebagai indera peraba 4. Melindungi tubuh dari pengaruh luar

++++

SISTEM KOORDINASI (HORMON)
Standar Kompetensi :
Sistem koordinasi meliputi sistem saraf, alat indera dan endokrin
mengendalikan aktivitas berbagai bagian tubuh. Hormon yang dihasilkan o!eh
kelenjar endokrin dan mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi dan
tingkah laku
Kompetensi Dasar :
Siswa merahahami sistem koordinasi melalui percobaan interpretasi dan
diskusi.
SISTEM KOORDINASI (HORMON)
Hormon dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin) dan diedarkan oleh darah
Fungsi hormon :
1. Mamacu pertumbuhan
2. berperan dalam proses reproduksi
3. mengatur metabolisme
4. mempengaruhi tingkah laku
5. mengatur homeostasis tubuh
Macam-macam kelenjar hormon
1. GLANDULA THYMUS (KELENJAR KACANGAN)
Letak : rongga dada
Fungsi : Tempat penyimpanan somatot roph yang dihasilkan oleh hypofisis otak lobus
anterior. Kelenjar ini hanya dijumpai pada a nak-anak
2. GLANDULA TYREOIDEA (KELENJAR GONDOK)
Letak : di kanan/kiri trachea daerah farinks,
Jumlah : sepasang
Fungsi : Menghasilkan hormon tiroksin, yang b erperan mengatur metabolisme
3. GLANDULA PARATYREOID (KELENJAR ANAK GONDOK)
Letak : di sebelah dorsal kelenjar gondok
Fungsi : Menghasilkan parathormon, yang berfungsi mengatur distribusi Calsium antara
darah dengan tulang
4. KELENJAR PANCREAS (PULAU LANGERHANS)
Fungsi : Menghasilkan hormon insulin, yang berfungsi mengubah glukosa menjadi
glikogen
5. GLANDULA SUPRARENALIS (KELENJAR ANAK GINJAL)
a.. Bagian kortek : menghasilkan hormon korti son .
b. Bagian mendula : menghasilkan hormon adrenalin
Fungsi hormon adrenalin
 mengubah glikogen menjadi glukosa
 memacu aktivitas jantung menyempitkan pembuluh darah
 mengendorkan otot polos batang tengkorak
6. KELENJAR KELAMIN
A. Pria
RANGKUMAN MATERI
Testes, menghasilkan hormon Androgen berupa testoteron, yang berfungsi membangun
spermatogenesis dan mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder. .
B. Wanita
Ovarium, menghasilkan ovum dan hormon :
1. Progesteron
Dihasilkan oleh Corpus luteum,
Fungsi progesteron
 menjaga penebalan dinding endometrium.
 mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita
 berpengaruh baiik terhadap hypofisis dafam memproduksi FSH seh ingga wanita
tidak mengalami ovulasi.
2. Estrogen
Dihasilkan bagian follicle
Fungsi estrogen : – memacu penebalan dinding uterus.
– mempengaruhi ciri-ciri kelamin sekunder wanita
7. USUS DAN LAMBUNG
a. Usus, menghasilkan hormon
Sekretin : memacu sekresi getah pancreas
Kolesistokinin : memacu sekresi getah empedu
b. Larnbung, menghasilkan hormon
Gastrin : memacu sekresi getah lambung
8. GLANDULA HYPOFISIS (MASTER GLAND)
Merupakan kelenjar buntu yang te rbesar dan menghasilkan hormon yang berfungsi
mengatur kelenjar horrnon lain:
Bagian-bagian kelenjar hypofisis
A. Lobus anterior, menghasilkan :
1. TSH (Thyroid Stimulating Hormone Tirotrof)
Fungsi : memacu kelenjar tireoid menghasilkan hormon tiroksin
2. Paratiroid
Fungsi : memacu kelenjar paratiroid menghasilkan hormon parathormon
3. LTH (Luteotropic Hormone = Protaktin)
Fungsi : memacu pembentukan air susu
4. ACTH (Adreno Corticotropic Hormone)
Fungsi : a memacu medula adrenafis mempro duksi hormon adrenalin
b memacu korteks adrenalis memproduksi hormon kortison
5. GH (Growth Hormone = Somatotroph)
Fungsi : memacu pertumbuhan se1 -sel somatis dan pertumbuhan cakra epifise
6. Gonadotroph
Fungsi : memacu kelenjar kelamin memproduksi hormon kelamin
Macam-macam gonadotroph :
1. FSH (Folliccle Stimulating Hormone)
Pada wanita : berfungsi : – memacu pertumbuhan follicle
– memacu ovanum memproduksi estrogen
Pada pria : berfungsi : – mempengaruhi spermatogenesis
2. LH (Luteinizing Hormone)
Pada wanita berfungsi :- memacu pengeluaran ovum
– memacu corpus luteum dalam memproduksi
progesteron
3. ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormones)
Terdapat pada pria, berfungsi mempengaru hi sel dinding pada testes untu k
menghasilkan testoteron.
B. Lobus Medial
Pada manusia bagian ini belum dike tahui fungsinya.
C. Lobus Posterior
Menghasilkan hormon :
1. Oksitosin
Fungsi : mempengaruhi kontraksi dinding uterus pada waktu akan me lahirkan,
mempengaruhi pengeluaran air susu.
2. ADH (Anti Diuretic Hormone)
Fungsi : mengatur pengeluaran urine
3. Vasopressin dan petresin
Fungsi : mempengaruhi tekanan dara h
Tabel kelainan sekresi kelenjar hormon
NO. KELAINAN SEKRESI GEJALA PENYAKlT
01. Hiposekresi Tiroksin
– Pada anak : Kretinisme (Kerdil)
– Pada orang dewasa : Mixudema
Hipersekresi Tiroksin
(Penyakit Morbus Basedowi)
Hambatan pertumbuhan fisik dan mental
Metabo!ik mundur berat badan naik, gerakan
lamban, berpikir lamban, kulit tebal, kering
Metabolik naik, gelisah, mudah marah,
denyut nadi naik, suhu tubuh cenderunq tinggi
02 Hipoparatiroidisense
Hiperparatiroidisme
Kekurangan kalsium dalam darah, kejang
pada tangan dan kaki.
Kalsium dikeluarkan dari darah dan tulang
masuk ke serum darah, tulang keropos
kegagalan ginjal
NO. KELAINAN SEKRESI GEJALA PENYAKlT
03. Kekurangan Kortison
(Penyakit Adison)
Ginjal gagal menyimpan natrium, penderita
kurus, lemah: kulit memerah, dapat
menyebabkan kematian
04. Kelebihan Kortison
(Sindroma Cushing)
Badan gemuk, anggota badan kurus.
Gangguan metabolisme karbohidrat dan
protein hiperkensi
05. Kekurangan Insulin
(Diabetes Mellitus)
Kadar gula darah tinggi, poliura, berat badan
turun, haus, kering, kulit, mulut, dan lidah
kering.
06. Kelebihan Somatotroph
Pada anak : Gigantisme
Pada dewasa : Akromegali
Tumbuh raksasa
Tulang dan jaringan lunak menjadi tebal,
besar dan kasar
07. Kekurangan Somatotroph
sebelum pubertas
Terutama pada tangan, tengkorak, tulang
rahang.
Anak tumbuh menjadi orang kerdi l
(Dwarfisme)
08. Kekurangan ADH (Anti Diuretic
Hormone)
Produksi urin berlebihan (Diabetes Insidus)

_________________________________________

half assed

•May 24, 2010 • Leave a Comment

Bab 9

• Sistem koordinasi adalah organ dan sistem yang bekerja sama secara efisien.

A. Sistem Saraf
• Sistem saraf berfungsi untuk mengatur kontraksi otot, perubahan alat-alat tubuh bagian dalam yang berlangsung dengan cepat, dan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin.
• Tubuh memerlukan tiga komponen untuk bereaksi terhadap berbagai rangsangan, yaitu: reseptor, sistem saraf, dan efektor.

• Reseptor: Sel yang memberikan respon terhadap rangsangan dari lingkungan eksternal maupun internal.
• Reseptor akan merubah rangsangan yang diterima menjadi suatu impuls saraf (aliran listrik yang terjadi karena adanya perubahan muatan listrik) yang akan diteruskan melalui neuron (sel saraf).
• Saraf sensorik berfungsi menerima rangsangan dan membawanya ke otak atau sumsum tulang belakang.

• Sistem saraf berperan menerima, mengolah, dan meneruskan hasil olahan rangsangan ke efektor.
• Secara fungsional, sistem saraf dibagi menjadi bagian somatik dan otonom.
• Bagian somatik berperan mengatur koordinasi struktur otot, tulang, dan kulit
• Sistem saraf otonom berperan mengatur koordinasi otot polos, jantung, dan kelenjar-kelenjar tubuh

• Sistem saraf terdiri dari tiga macam sel yang memiliki struktur dan fungsi berbeda, yaitu neuron, sel Schwann, dan sel penyokong (neuroglia)
• Neuron bertigas menghantarkan impuls
• Sel Schwann merupakan pembungkus sebagian besar akson pada sistem saraf perifer (sistem saraf tepi)
• Akson merupakan neuron yang berfungsi membawa rangsangan dari badan neuron.
• Sel penyokong merupakan sel yang terdapat di antara neuron dan sistem saraf pusat.

• Efektor adalah sel atau organ yang digunakan untuk bereaksi terhadap rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar tubuh.
• Pada tubuh kita, yang berperan sebagai efektor utama adalah otot dan kelenjar.

1. Neuron
• Neuron merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf.
• Neuron memiliki kemampuan merespon rangsangan dengan cukup kuat
• Neuron tidak mengalami pembelahan sehingga tidak dapat diganti jika sudah mati atau rusak.
• Pada kondisi yang sesuai, neuron dan sistem saraf perifer yang terluka dapat diperbaiki.

a) Struktur Neuron
• Neuron terdiri dari tiga bagian yang berbeda satu dengan yang lain, yaitu badan sel (Soma/perikarion), dendrit (Uluran pendek), dan akson (uluran panjang)

• Badan sel mengandung nukleus (inti sel) dan nukleolus (anak inti sel) yang dikelilingi oleh sitoplasma granuler.
• Sitoplasma badan sel juga mengandung badan Nissl (substansi kromatik) dan neurofibril (fibril/serat yang ramping pada badan neuron)
• Badan Nissl mengandung protein yang digunakan untuk mengganti protein yang habis selama metabolisme. Protein ini juga digunakan untuk pertumbuhan neuron dan perbaikan saraf dari sistem saraf perifer
• Neurofibril merupakan fibril yang berbentuk ramping dan panjang, serta terdiri dari mikrotubulus umumnya. Neurofibril memiliki peranan dalam pengangkutan nutrien dan penyokong sel.
• Lokasi badan sel terletak di sistem saraf pusat, meskipun ada beberapa yang terletak di sistem saraf perifer. Di sistem saraf pusat, badan sel neuron berkelompok menjadi nukleus. Nukleus ini tidak ada kaitannya dengan nukleus sel (hanya istilah)
• Badan sel yang berkelompok selain di saraf pusat, umumnya disebut ganglion (jamak: ganglia)

• Dendrit merupakan uluran pendek yang bercabang-cabang dan keluar dari badan sel.
• Dendrit mengandung badan Nissl dan organel
• Pada umumbya, neuron terdiri dari beberapa dendrit
• Dendrit tidak mengandung selubung mielin (selubung lemak) maupun neurolema (selubung yang menyelubungi selubung mielin)
• Secara fungsional, dendrit menghantarkanm impuls ke arah badan sel
• Akson merupakan satu uluran panjang dari badan sel yang berfungsi untuk mengantarkan impuls menjauhi badan sel
• Akson memiliki ciri tipis dengan bentuk panjang dan mengandung neurofibril, tetapi tidak mengandung badan Nissl sehingga tidak terlibat dalam sintesis protein.
• Kebanyakan akson diselubungi oleh substansi lemak berwarna putih kekuningan yang disebut selubung mielin
• Akson yang dibungkus selubung mielin disebut akson bermielin
• Akson yang tidak diselubungi selubung mielin disebut akson telanjang.
• Akson yang tidak diselubung mielin yang disebut simpul ranvier (nodus ranvier)
• Selubung mielin berfungsi sebagai isolator yang melindungi akson terhadap tekanan dan luka, memberi nutrisi pada akson, dan mempercepat jalannya impuls.
• Mielinasi => pembungkusan akson oleh sel schwann sec ara bberkali-kali yang ditandai oleh adanya lapisan konsentrik dari membran plasma sel schwann yang mengelilingi akson.
• Tebalnya selubung mielin tergantung dari jumlah lilitan
• Bagian dari sel Schwann yang menyelubungi selubung mielin disebut neurolema atau selubung schwann.
• Fungsi neurolema adalah membantu proses regenerasi akson yang luka.

Macam-macam neuron
1. Berdasarkan jumlah luluran:
a. Neuron Unipolar
• Hanya memiliki satu uluran yang timbul dari badan sel
• Terdapat pada hewan tingkat rendah (avertebrata)
b. Neuron bipolar
• Memiliki dua uluran, yaitu akson dan dendrit
• Badan selnya berbentuk lonjong dan ulurannya timbul dari dua j=ujung badan sel.
• Terdapat pada retina (mata), koklea (telinga), dan epitel olfaktori (hidung)

c. Neuron multipolar
• Memiliki satu akson dan beberapa dendrit.
• Penyebaran neuron multipolar paling banyak terdapat di dalam tubuh
• Contohnya neuron motorik yang keluar dari sumsum tulang belakang.

2. Neuron berdasarkan fungsinya:
a. Neuron sensorik
• Menerima rangsangan dari reseptor dan mengirimnya ke pusat susunan saraf
• Badan selnya bergerombol membentuk ganglia, aksonnya pendek, dendritnya panjang.
• Menghantarkan impuls saraf dari alat indra menuju ke otak atau sumsum tulang belakang

b. Neuron motorik
• Membawa jawaban dari pusat susunan saraf dan mengirim ke efektor

c. Neuron konektor
• Menghubungkan sensorik dengan motorik dan adjustor

SINAPS
• Sambungan antara neuron yang satu dengan yang lain
• Pada sinaps terdapat celah yang dikenal dengan nama celah sinaps
• Berdasarkan tempatnya, sinaps dibedakan menjadi 3 macam::
a. Sinaps aksosomatik (axosomaric synaps)
• Sinaps yang terletak di antara akson dari satu neuron dengan badan sel dari neuron lain
b. Sinaps aksodendritik (axoddendritic synaps)
• Sinaps yang terletak di antara akson dari neuron yang satu dengan dendrit dari neuron lain
c. Sinaps aksoaksonik
• Sinaps yang terletak di antara ujung akson dari neuron yang satu dengan akson neuron lain.

=============================
yeah! I’m damn tired! may God bless me tomorrow! amen!

useful links http://gurungeblog.wordpress.com/category/sistem-koordinasi-dan-indera/

Ulum BI

•May 23, 2010 • Leave a Comment

Menulis Karya Ilmiah

• Dalam dunia pendidikan, penulisan karya ilmiah merupakan suatu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Kemampuan menulis karya ilmiah pada jaman sekarang sudah merupakan tuntutan formal. Oleh sebab itu, kamu perlu memahami dan kemudian mempraktikkan teknik menulis karya Ilmiah.

• Ada 2 misi karya ilmiah di lingkungan pendidikan, yaitu:

1. Wahana untuk melatih siswa mengungkapkan pikiran-pikirannya secara sistematis, tertib, dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

2. Memberikan sumbangan pada perkembangan ilmu pengetahuan

Dari segi jenis, karya ilmiah terdiri atas makalah, laporan buku, skripsi, tesis, dan disertasi.

Berdasarkan tujuan penulisan, karya ilmiah dapat dibedakan menjadi 2 jenis::

a. Untuk memenuhi tugas-tugas belajar, yaitu makalah dan laporan buku
b. Untuk memenuhi syarat penyelesaian program studi , yaitu skripsi (S1), tesis (S2), dan disertasi (S3)

Berikut penyelesaian mengenai pengertian, karakteristik, dan sistematika makalah:

1. Pengertian makalah
Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup kegiatan belajar.

2. Karakteristik makalah
Suatu makalah memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Merupakan hasil kajian pustaka atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan di lapangan

b. Mendemonstrasikan pemahaman siswa tentang permasalahan teoritis atau kemampuan siswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori

c. Menunjukkan kemampuan terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan

d. Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam suatu kesatuan yang utuh

Unsur-unsur isi karya ilmiah:
a. Bab pertama merupakan bab pendahuluan yang umumnya berisi tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.
Selain itu dapat pula menambahkan hipotesis serta waktu dan lokasi penelitian
Bab berikutnya merupakan pembahasan hasil penelitian, yakni bab kedua dan ketiga. Adapun bab terakhir merupakan bab kesimpulan dan saran.

Hal-hal yang diungkapkan dalam latar belakang masalah adalah alasan dibuatnya karya tulis dan uraian mengenai permasalahan di sekitar topik karya tulis.

Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah dapat dirumuskan…
Perumusan masalah biasanya berupa kalimat tanya.
Misalnya: apa peranan para pelajar SMA dalam pembangunan masyarakat di lingkungannya?

Tujuan penelitian berisi maksud penulisan dan sasaran yang akan dituju.
Tujuan penuliasan harus relevan dengan perumusan masalah.
Metode penelitian berisi cara melaksanakan penelitian untuk memperoleh data dan cara mengolah data.
Adapun sistematika penulisan adalah menggambarkan cara penyajian karya tulis.
Dalam pengungkapannya, tidak seperti daftar isi, tetapi diuraikan ke dalam beberapa paragraf.
Hipotesis, merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi dan masih harus dibuktikan kebenarannya.
Adapun waktu dan lokasi adalah penjelasan mengenai jangka waktu dan tempat penelitian.

b. Bab pembahasan, merupakan jawaban atau solusi permasalahan yang diuraikan pada inti penelitian. Semua data diolah, ditafsirkan, diuji, dan semua fakta yang membantu kejelasan masalah dibahas secara mendalam.

c. Kesimpulan, merupakan pernyataan keputusan yang dibuat dari pernyataan sebelumnya. Saran biasanya berisi pendapat penulis untuk perbaikan atau solusi masalah.

3. Teknik penulisan Isi karya ilmiah
a. Karya ilmiah diketik di atas kertas kuarto A4 dengan jarak 2 spasi, ukuran pias atas dan kiri 4 cm, pias kanan dan bawah 3 cm.

b. Penyusunan judul bab dan sub judul diberi nomor secara beraturan dan konsisten.

c. Judul bab ditulis dengan huruf kapital seluruhnya. Sedangkan subbab dengan huruf kapital pada awalya saja, kecuali pada partikel (kata sandang,, kata depan, dan kata hubung)

d. Jarak dari judul bab ke sub judul 4 spasi, sedangkan dari subjudul ke uraian atau paragraf baru 2 spasi.

e. Dari uraian terakhir ke subbab diberi jarak 4 spasi

f. Pengetikan nomor jalaman pada setiap judul bab diletakkan di bagian bawah tengah, sedangkan untuk halaman selanjutnya, nomor halaman diletakkan di atas sebelah kanan.

Secara formal, isi karya tulis ilmiah dibagi atas 3 bagian besar::
a. Pelengkap pembuka
b. Isi
c. Pelengkap penutup

Penjelasan::
a. Pelengkap pembuka:
– Halaman judul
– Lembar persetujuan
– Abstrak -> penjelasan singkat yang tidak utuh
– Kata pengantar
– Daftar isi
– Daftar tabel
– Daftar gambar
– Daftar lampiran

b. Isi -> pembahasan masalah

c. Pelengkap penutup::
– Daftar pustaka
– Lampiran

==============

NOTULEN

1. Hari, tanggal:
2. Tempat:
3. Waktu:
4. Pemimpin:
5. Peserta:
6. Agenda:
7. Susunan acara: -pembukaan
– Sambutan ketua panitia
– Pembahasan oleh seksi-seksi (laporan)
– Tanya-jawab
– Penutup
8. Tanya jawab:
– penanya
-penjawab
9. Pokok-pokok rapat
10. Kesimpulan

Biology?

•May 2, 2010 • Leave a Comment

this was taken from the big thick sacred book of Biology for second grader science class.

==================

Sistem ekskresi

• Eksresi => pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan agar keseimbangan tubuh terjaga.

• Osmoregulasi => mekanisme tubuh untuk mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel atau cairan tubuh.

• Defekasi => proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan makanan yang disebut feses dan dikeluarkan melalui anus. Sisa tsb belum pernah mengalami metabolisme di dalam sel2 jaringan tubuh

• Sekresi => proses pengeluaran getah oleh sel dan kelenjar

1. GINJAL
• Fungsi:
a. Mengekskresikan zat sisa seperti urea, asam urat, kreatinin, kreatin, dan zat lain yang bersifat racun
b. Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh
c. Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam, yaitu membuang jumlah garam yang berlebihan dan menahan garam bila jumlahnya dalam tubuh berkurang.
d. Mengatur pH plasma dan cairan tubuh dengan mengekskresikan urin yang bersifat basa, tetapi dapat pula mengekskresikan urin yang bersifat asam
e. Menjalankan fngsi sebagai hormon, dengan menghasilkan dua macam zat yaitu renin dan eritropoietin

• Struktur
Ginjal diselubungi oleh kapsul yang terbentuk dai jaringan serabut. Bagian luar ginjal disebut korteks, bagian dalamnya disebut medula. Pada bagian dalam terdapat ruang kosong (pelvis). Pada ginjal terdapat nefron yang merupakan unit fungsional dan struktural terkecil. Pada manusia terdapat sekitar satu juta nefron.

Nefron mengandung dua macam unsur yaitu unsur pembuluh (elemen vaskuler) dan unsur epitel. Bagian nefron yang mengandung unsur pembuluh, yaitu arterial, glomerulus (kumpulan kapiler), arterial eferen, dan kapiler tubuler. Bagian befron yang mengandung unsur epitel, yaitu kapsula bowman, tubulus kontortus proksimal, lengkung henle yang terdiri dari saluran menurun dan saluran naik, tubulus konturtus distal, dan tubulus kolektifus.

Pada medula terdapat bnyak piramida ginjal dan piala ginjal yang banyak mengandung pembuluh-pembuluh untuk mengumpulkan hasil ekskresi. Pembuluh-pembuluh terwsebut berhubungan dengan ureter yang bermuara pada kantung kemih (vesica urinaria). Kantung kemih berfungsi sebagai tempat penampungan urin sementara. Urin keluar dari tubuh melalui lubang urin yang sebelumnya melewati uretra terlebih dahulu.

Nefron ada dua macam; nefron korteks, nefron jukstamedula. Nefron korteks terletak di bagian korteks, pada umumnya ditandai oleh adnya lengkung henle yang pendek. Nefron jukstamedula memiliki glomerulus yang letaknya di bagian korteks dekat bagian medula serta memiliki lengkung henle yang panjang dan menjulur jauh ke dalam bagian medula.

• Proses pembentukan urin
a. Filtrasi (penyaringan)
 Arti: Perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke ruang kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi.
 Membran filtrasi terdiri dari tiga lapisan, yaitu sel endotelium glomerulus, membran basiler, dan epitel kapsula bowman.
 Di dalam glomerulus, sel darah merah, trombosit, dan sebagian besar protein plasma disaring dan diikat agar tidak ikut dikeluarkan. Hasil penyaringan tersebut berupa urit primer (filtrat glomerulus)
 Yang disaring adalah: air, gula, garam, urea
 Urin primer mengandung glukosa, garam, natrium, kalium, dan asam amino

b. Reabsorpsi (penyerapan kembali)
 Arti: proses perpindahan cairan dari tubulus renalis menuju ke pembuluh darah yang mengelilinginya, yaitu kapiler peritubuler.
 Reabsorpsi tergantung dari kebutuhan akan zat2 yang terkandung dalam urin primer.
 Zat2 makanan seluruhnya direabsorpsi, sedangkan reabsorpsi garam anorganik bervariasi tergantung dari kadar zat tersebut di dalam plasma. Setelah reabsorpsi, kadar urea menjadi lebih tinggi dan zat2 yang dibutuhkan tidak ditemukan lagi.
 Urin yang dihasilkan setelah reabsorpsi disebut urin sekunder (filtrat tubulus)
 Reabsorpsi air => bila tubuh terlalu banyak mengandung air, tidak terjadi reabsorpsi
 Reabsorpsi zat tertentu => terjadi secara aktif dan difusi.
 Reabsorpsi zat yang penting bagi tubuh => protein, asam amino, glukosa, asam asetoasetat, dan vitamin.

c. Augmentasi
 Arti:: proses penambahan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal.
 Disebut juga sekresi tubular
 Menghasilkan urin dengan pH kisaran 4,5-8,5

• Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin::
a. Faktor internal (hormon antidiuretik dan insulin)
b. Faktor eksternal (jumlah air yang diminum)

a. Hormon antidiuretik (ADH)
 Dikeluarkan oleh kelenjar saraf hipofisis (neurohipofisis). Ditentukan oleh reseptor khusus dalam otak yang mengendalikan tekanan osmotik darah (kesetimbangan konsentrasi air dalam darah)
 Hormon ini mempengaruhi proses reabsorpsi air pada tubulus kontortus distal, sehingga permeabilitas sel terhadap air akan meningkat. Karena itulah disebut sebagai hormon antidiuretik
 Pada saat dehidrasi, konsentrasi air dalam darah akan turun. Akibatnya sekresi ADH meningkat dan dialirkan oleh darah menuju ginjal.
 ADH meningkatkan permeabilitas saluran pengumpul sehingga memperbesar membran sel saluran pengumpul. Lalu air akan berdifusi ke luar dari pipa pengumpul lalu masuk ke dalam darah.

b. Hormon Insulin
 Adalah hormon yang dikeluarkan oleh pulau langerhans dalam pankreas.
 Berfungsi mengatur gula dalam darah

c. Jumlah air yang diminum
 Jika minum banyak air, konsentrasi air dalam darah jadi tinggi, konsentrasi protein dalam darah menurun, sehingga filtrasi berkurang. Selain itu darah akan menjadi lebih encer, sehingga sekresi ADH berkurang.
 Menurunnya filtrasi dan berkurangnya ADH akan menyebabkan menurunnya penyerapan air, sehingga urin yang dihasilkan akan meningkat dan encer.

• Gangguan dan Kelainan Ginjal
a. Gagal ginjal dan uremia
 Yang akut menyebabkan nefritis, pendarahan, dan fungsi ginjal terhenti secara tiba-tiba.
 Gejala yang umum adl tidak terjadinya pembentukan urin yang disebut anuria.
 Gejala ini bisa menyebabkan uremia, yaitu terbawanya urin ke dalam aliran darah yang disebabkan adanya kebocoran pada salah satu saluran dalam nefron.
 Akibatnya, penyerapan air oleh darah akan terganggu, sehingga terjadi penimbunan air pada kaki dan timbul bengkak pada organ tubuh yang lain.

b. Nefritis
 Adalah peradangan pada nefron karena bakteri Streptococcus yang masuk melalui saluran pernapasan.
 Dari saluran pernapasan, bakteri terbawa darah ke ginjal. Akibat adanya peradangan, protein yang masuk bersama urin primer tidak dapat disaring, sehingga akan ikut keluar besama urin.
 Ditandai oleh tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah dalam ginjal, dan rusaknya glomerulus atau tubulus

c. Diabetes insipidus (kekurangan ADH, urin terlalu banyak)
 Adalah suatu penyakit yang disebabkan kelenjar hipofisis gagal mensekresikan hormon antidiuretik, sehingga ekskresi urin meningkat.

d. Diabetes melitus (kekurangan insulin)
 Terdapatnya glukosa dalam urin yagn disebbkan menurunnya hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas.

e. Albuminaria
 Terdapatnya molekul albumin dan protein lain di dalam urin.
 Disebabkan terjadinya kerusakan pada alat filtrasi dalam ginjal sehingga protein dapat lolos pada proses filtrasi.

f. Kencing batu
 Terbentuknya butiran-butiran dari senyawa kalsium dan penimbunan asam urat sehingga membentuk kalsium karbonat pada ginjal atau saluran urin yang dapat menyebabkan kesulitan pengeluaran urin.

2. Paru-paru
 Sisa-sisa hasil metabolisme berupa karbon dioksida dan air dalam bentuk uap air diekskresikan di paru-paru.
 Sisa metabolisme dari jaringan diangkuy oleh darah menuju paru-paru untuk dibuang.
 Proses pembuangan diawali dengan berdifusinya karbon dioksida dari sel-sel ke dalam darah, melalui cairan jaringan dan akhirnya masuk ke dalam alveolus. Dari alveolus, karbon dioksida akan dikeluarkan melalui udara yang dihembuskan pada saat ekspirasi.

3. Hati
• Terletak di bagian kanan atas rongga perut.
• Fungsi:
a. Menghasilkan empedu secara terus menerus yang ditampung di dalam kantung empedu
b. Menjaga pH
c. Menetralisir racun
d. Mencerna lemak
e. Antibodi
• Empedu mengandung air, asam empedu, garam empedu, kolesterol, fosfolipid, zat warna empedu, dan beberapa ion

4. Kulit
• Berfungsi sebagai alat pelindung tubuh terhadap segala bentuk rangsangan dan sebagai alat ekskresi, yaitu untuk mengeluarkan keringat.
• Terdiri atas epidermis dan dermis

a. Epidermis (lapisan luar)
• Terdiri dari stratum korneum (lapisan tanduk), stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale.
• Stratum korneum mengalami deskuamasi secaara terus-menerus pada permukaannya. Sel2 yang kehilangan sisik tersebut mengalami pembaharuan selama proses keratinisasi (pembentukan keratin)
• Di bawah stratum korneum terdapat lapisan yang mengandung butir-butir melanin (si stratum granulosum) yang dihasilkan oleh melanosit.
• Dibawahnya lagi terdapat stratum spinosum dan stratum basale, merupakan daerah tempat terjadinya proliferasi sel dan awal terjadinya keratinisasi.

b. Dermis (lapisan dalam)
• Merupakan lapisan pada jaringan penyambung yang sebagian besar terdiri dari serat kolagen, retikuler, dan elastin.
• Pada dermis terdapat rambut, pembuluh darah, kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan saraf.

SISTEM EKSKRESI VERTEBRATA
• Terdapat beberapa tipe ginjal, yaitu pronefros, opistonefros, mesonefros, dan metanefros.
• Pronefros => ginjal yang berkembang pada fase embrio atau larva yagn selanjutnya akan berubah menjadi mesonefros dan akhirnya menjadi metanefros.
• Opistonefros => tipe ginjal yang terdapat pada amfibi dan ikan.

A. Ikan
• Alat ekskresi berupa sepasang ginjal opistonefros dan berwarna kemerahan.
• Pada beberapa ikan seperti ikan mas, saluran ginjal (kemih) menyatu dengan saluran kelenar kelamin yagn disebut saluran urogenital.
• Saluran urogenital terletak di belakang anus, sefangkan pada beberapa ikan yang lain memiliki kloaka.
• Pada ikan yang bernapas dengan insang, urin dikeluarkan melalui kloaka atau porus urogenitalis, dan karbon dioksida dikeluarkan melalui insang.
• Pada ikan yang bernafas dengan paru-paru, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru dan urin dikeluarkan melalui kloaka.
• Ikan yang hidup di air tawar mengekskresikan amonia dan aktid menyerap pksigen melalui insang. Serta mengeluarkan urin dalam jumlah yang besar.
• Ikan yang hidup di laut akan mengekskresikan amonia melalui urin yagn jumlahnya sedikit.

B. Katak
• Alat ekskresi utama adalah sepasang ginjal opistonefros yang terletak di kanan dan kiri tulang belakang. Berwarna merah kecokelatan.
• Ginjal sebagai alat penyaring akan mengeluarkan zat sisa, yaitu garam-garam mineral dan cairan dari darah.
• Saluran ekskresi katak merupakan sepasang saluran yang bermuara di kloaka.
• Pada jantan, saluran ginjal dan kelaminnya menyatu. Sedangkan pada katak betina tidak.

C. Reptil
• Berupa ginjal metanefros yang sudah berkembang sejak masa embrio.
• Ginjal ini dihubungkan oleh saluran ke kantung kemih dan langsung bermuara ke kloaka.
• Selain ginjal, reptil memiliki kelenjar kulit yang menghasilkan asam urat tertentu yang berguna untuk mengusir musuh.

D. Burung
• Terdiri dari ginjal metanefros, paru-paru, dan kulit.
• Memiliki sepasang ginjal yang berwarna cokelat.
• Saluran ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian akhir usus (kloaka).
• Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan larutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares.
• Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit, tapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya.

SISTEM EKSKRESI INVERTEBRATA

1. Cacing pipih
• Melalui pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya.
• Setiap cabang berakhir pada sel-sel api (solenosit) yang dilengkapi dengan silia (bulu getar). Saluran ini disebut protonefridium.
• Air atau cairan tubuh dan zat sisa kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui suatu lubang yang disebut nefridiofor.

2. Cacing tanah
• Termasuk kedalam kelompok annelida (cacing bersegmen)
• Karena itu pada setiap segmen terdapat sepasang ginjal atau nefridium kecuali pada tiga segmen pertama dan segmen terakhir.
• Setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan bersilia yang disebut nefrostom yang terdapat dalam rongga tubuh dan berisi penuh dengan cairan.
• Cairan tubuh ditarik dan diambil oleh nefrostom, yang kemudian masuk ke dalam nefridia yang berupa pembuluh panjang dan berliku-liku. Pada waktu cairan tubuh mengalir melalui nefridia terjadi penyerapan kembali zat-zat yang masih bermanfaat, seperti glukosa, air, dan ion-ion.
• Kemudian zat-zat tersebut diedarkan ke seluruh kapiler sistem sirkulasi. Sedangkan sisa cairan tubuh, seperti air, senyawa nitrogen, dan garam-garam yang tidak diperlukan akan dikeluarkan melalui ujung nefrostom yang disebut nefridiofor

3. Serangga
• Alat ekskresi berupa tubula atau pembuluh malpighi
• Pembuluh malpighi berupa tabung kecil yang panjang. Terletak dalam homosol dan tergenang di dalam darah.
• Bagian pangkal pembuluh malpighi melekat pada ujung anterior dinding usus dan ujungnya menuju ke homosol yang mengandung hemolimfa.
• Hemolimfa merupakan darah pada invertebrata dengan sistem peredaran darah terbuka.
• Pembuluh malphigi bagian dalam tersusun oleh selapis sel epitel yang berperan dalam pemindahan urea, limbah nitrogen, garam-garam, dan air dari hemolimfa ke dalam rongga pembuluh.
• Bahan-bahan yg penting dan air masuk ke dalam pembuluh, lalu diserap kembali secara osmosis di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa.
• Bahan yang mengandung nitrogen diendapkan sebagai kristal asam urat yang dikeluarkan bersama feses melalui anus.

=======================
may God be with me… amen…

another test.. -.-

•November 11, 2009 • Leave a Comment

Wawancara
1. Menyimak factual => menangkap serta memahami fakta2, konsep2, serta info yg disampaikan pembicara.

Kegiatan menyimak factual:
a. Memusatkan perhatian pada pesan orang lain
b. Berusaha mendapatkan fakta2

2. Menyimak empatik=> menolong kita untuk memahami sikap psikologis dan emosional sang pembicara/narasumber dan bagaimana sikap tsb mempengaruhi ujarannya. Disebut jg menyimak aktif atau menyimak pemahaman. Setiap pesan berisi 2 bagian yaitu isi atau materi factual dan perasaan atau sikap pembicara terhadap isi tersebut.

Kegiatan menyimak empatik:
a. Memperhatikan isyarat2 non verbal (gerak2 anggota tubuh)
b. Menempatkan diri pada posisi orang lain
c. Memusatkan perhatian pada pesan, bukan pada penampilan.
Wawancara=> percakapan terpimpin yang dicatat. Yg dilakukan oleh satu atau beberapa pewawancara thd satu atau lebih narasumber
Wawancara dikatakan percakapan terpimpin dan tercatat karena percakapan itu sudah diatur dan direncanakan lebih dulu. Lalu karena dicatat untuk bahan penulisan kembali.

3. Jenis wawancara berdasarkan tujuan:

a. Wawancara untuk memperoleh informasi, komentar, atau pendapat narasumber yg ahli atau kompeten di bidangnya.
Contoh: wawancara thd ahli pendidikan atau kepsek tentang penegakan ketertiban di lembaga pendidikan.

b. Wawancara untuk menonjolkan kepribadian sesorang

c. Konferensi pers yang dilakukan beberapa wartawan dari berbagai media terhadap tokoh (pejabat, usahawan, politikus, artis, dll)

Hal2 yg diperhatikan dlm melaksanakan wawancara

a. Memahami masalah yang akan ditanyakan sebelum mewawancarai narasumber
b. Menyusun daftar pertanyaan secara sistematis
c. Menghubungi, meminta kesediaan dan kepastian mengenai waktu n tempat wawanccara pada narasumber
d. Memperhatikan penampilan, cara berpakaian, cara bersikap dan berbicara di hadapan narasumber
e. Memperkenalkan diri diikutin dengan pembicaraan pembuka
f. Mengingat tujuan mencari informasi, bukan berdebat
g. Terkadang menguraikan latar belakang masalah secara singkat dalam mengajukan pertanyaan
h. Ucapkan terimakasih setelah selesai

~~~
SURAT KUASA
 Surat yang berisi perlimpahan/pengalihan kuasa dari seseorang atau suatu pihak kpd orang atau pihak lain.

Unsur2:
a. Judul
b. Identitas pemberi kuasa
c. Udentitas penerima kuasa
d. Kuasa dan batasan kuasa
e. Tanggal
f. Nama n tanda tangan pembuat dan penerima surat kuasa

~~~
SURAT DAGANG
Terdiri atas:
1. Surat penawaran => isi berupa penawaran barang/jasa
2. Surat permintaan=> isi berupa permintaan kejelasan/identifikasi barang/jasa
3. Surat pemesanan=> isi berupa pemesanan atas barang/jasa berdasarkan penawaran sebelumnya
4. Surat pengaduan=> Isi berupa komplen/aduan/pengaduan atas penerimaan barang yang tidak sesuai permintaan atau rusak

Unsur2:
1. Kop surat
2. Tanggal
3. ID surat
4. Alamat
5. Salam pembuka
6. Isi
7. Salam penutup
8. Jabatan, ttd, nama

~~~

PROSA

Istilah prosa diambil dari bahasa latin “oratio provosa” yg artinya ucapan langsung. Dalam kesusastraan, yg dimaksud prosa adlah bahasa bebas yg digunakan dlm prckpan shari-hari

prosa tdk diikat aturan2 khusus, tapi tdk trbebas dari aturan tata bahasa bagi bahasa yg brsangkutan

Menurut zamannya, prosa dibagi 2 yaitu:
I. prosa lama = masyarakat lama, yaitu masyarakat sblum tmbulny rasa kesadaran nasional

Jenis2 prosa lama::
1. Dongeng (cerita ajaib)
yaitu cerita lengkara yg singkat yg diceritakan untuk santapan anak2 (buset dah, santapan, sjak kapan dongeng dimakan! XDD)
Dongeng dibagi mnjadi 6, yaitu::

a. dongeng kawih => dongeng yg diceritakan sambil bernyanyi
contoh :
Sunda – Nyi Bungsu Rarang
Sunda – Bakekok au au cleng
Jawa – Kawakjali
Jawa – Walang Cantung

b. Mite => dongeng tentang dewa2/roh2 halus (Wondering, kuntilanak masuk ga yaaa~ XDD)
Contoh:
Nyi Roro Kidul
Kuntilanak (wah! ternyata MASUK sodara2! XDD)

c. Legenda => dongeng yg brtalian dgn kejadian/kenyataan2 alam
Contoh:
Sangkuriang
Si Malin Kundang

d. Fabel => dongeng yg mncritakan khdupan binatangcontoh:
hikayat kalilah dan Dimnah
Si Kancil

e. Parabel => dongeng yg mngndung kias yg brsifat mendidik

contoh:
Sepasang selop kulit
Izkandar Zulkarnain

f. sage => dongeng yg dprtalikan dgn sejarah/kjadian pd suatu masa
Contoh:
Ciung wanara
Jaka Tarub
Jaka Tingkir
(kenapa dikasih nama Jaka? apakah karena mereka adalah pemuda2 yg masih perjaka? XDD)

2. Cerita Rakyat (Cerita lucu: folkslore)yaitu cerita2 yg mengisahkan kehidupan rakyat
Contoh:
Pak Kadok, Pak Lebai Malang – Melayu
Pak Banjir – Jawa
Kabayan – Sunda

3. Cerita Pelipur lara
yaitu cerita berbentuk prosa yg diseling dengan pantun, syair, dan bahasa berirama
Fungsinya sbg penghibur hati
Contoh:
-Cindur Mata
-Hikayat Malim Dewa
-Hikayat Seri rama

yaitu cerita percintaan yg diceritakan secara panjang lebar (dalam kesustraan klasik)
Dalam Hikayat dilukiskan pengalaman2, percintaan anak2 raja, tentang pertempuran, tentang pahlawan yg mmiliki senjata sakti, tentang dewa2/ tenaga gaib
Contoh:
-Hikayat Si Miskin
-Hikayat Srengga Bayu
-Hikayat sang Boma

4. Hikayat

5. Tambo – Sejarah
yaitu cerita sejarah yg brcampr dgn crita2 legenda/mite
dalam tambo-sejarah, peristiwa sejarah dcritakan mnurut kemauan/menurut cita2 n pndangan hidup pengarang cerita itu.
Contoh:
Hikayat Raja-Raja Pasai
-Misa Melayu
-Tambo Bengkulu

6. Cerita Berbingkai
yaitu cerita yg menceritakan cerita-cerita
Bingkai cerita => cerita yg mula2 meliputi seluruh cerita
Contoh:
-Hikayat Kalilah & Dimnah = India
-Syuka Saptati = India
-Hikayat Bakhtiar =Arab-Persi
-Hikayat 1001 malam = Arab-Persi

… Help …

•November 6, 2009 • Leave a Comment

Kenapa!?

Kenapa kalian berdua menatapku begitu!?

Aku tak butuh itu! Aku tak butuh tatapan iba!!

Aku… Aku membutuhkan tanganmu… Bantu aku… Bantu aku berdiri… Bantu aku bertahan… Tolong… Tolong aku…

Aku sendirian… Aku dalam kegelapan… Aku tak tahu kemana akal sehatku pergi… Tolong…

Tolong aku…

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.